an Penerapan Telemedisin dengan Program Kunjungan dan Konseling Farmasi Secara Virtual dengan Metode COM-B di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang Penerapan Telemedisin dengan Program Kunjungan dan Konseling Farmasi Secara Virtual dengan Metode COM-B di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang
Isi Artikel Utama
Abstrak
Telemedisin merupakan salah satu metode untuk meningkatkan akses, kualitas, dan keamanan layanan
kesehatan. Namun, penerapan telemedisin, terutama layanan telemedisin di fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama seperti Puskesmas, masih belum dilakukan secara terstruktur dan teratur. Penelitian ini
bertujuan menganalisis penerapan dan keberhasilan Program Kunjungan dan Konseling Farmasi Secara
Virtual dengan pendekatan COM-B (Capability, Opportunity, Motivation–Behavior).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif prospektif dengan pendekatan triangulasi.
Pelaksanakan penelitian di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang selama bulan September hingga
Desember 2025. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga apoteker yang langsung terlibat dalam
pelaksanaan program inovatif penerapan telemedisin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
dan Focus Group Discussion (FGD), menggunakan pedoman wawancara yang telah diverifikasi melalui
penilaian oleh ahli. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan kerangka COM-B.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kefarmasian memiliki kemampuan yang cukup untuk
melakukan konseling dan edukasi obat secara daring. Peluang penerapan telemedisin didukung oleh
regulasi nasional, meskipun belum ada pedoman teknis operasional yang spesifik. Motivasi dari apoteker
dan dukungan dari pimpinan Puskesmas menjadi faktor utama yang mendorong implementasi program
tersebut. Penerapan KUFI LUWAK membuktikan bahwa akses layanan konseling farmasi meningkat,
terlihat dari naiknya jumlah pasien dari rata-rata 10 pasien per bulan menjadi 47 pasien per bulan.
Kolaborasi antar program serta penggunaan media edukasi digital secara empatik juga meningkatkan
kepatuhan pasien terhadap terapi. Kesimpulannya bahwa penerapan Telemedisin dengan Program
Kunjungan dan Konseling Farmasi Secara Virtual yang di analisis dengan metode COM-B di Puskesmas
Gayamsari Kota Semarang berhasil menerapkan suatu bentuk layanan telemedisin dengan nama
Program KUFI LUWAK dinilai efektif secara kualitatif dan memiliki potensi untuk diterapkan di tempat
lain jika mendapat dukungan kebijakan dan standar operasional yang lebih terstruktur.