A Studi In Silico : Aktivitas Senyawa Tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Kandidat Obat Antihiperurisemia Studi Awal Pemanfaatan Kecombrang Sebagai Terapi Alternatif Gout
Isi Artikel Utama
Abstrak
Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik akibat peningkatan kadar asam urat, yang berisiko menyebabkan gout. Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai inhibitor xanthine oxidase. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi 50 senyawa dari kecombrang sebagai kandidat antihiperurisemia menggunakan pendekatan in silico. Analisis mencakup prediksi toksisitas dan farmakokinetik (ADMET), Lipinski rule of five, molecular docking, serta simulasi dinamika molekuler. Hasil docking dari senyawa yang terpilih Aduncetin E (-8,93 kkal/mol) dan Methyllinderatin (-8,78 kkal/mol) menunjukkan afinitas terbaik terhadap enzim xanthine oxidase dengan energi ikatan lebih rendah dibandingkan allopurinol (-6,26 kkal/mol). Simulasi molekuler mendukung stabilitas kompleks ligan-reseptor hasil dari MMGBSA Aduncetin E (13,4048 kkal/mol) dan Methyllinderatin (-30,3009 kkal/mol) memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai kandidat obat antihiperurisemia.