Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen
Isi Artikel Utama
Abstrak
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, dengan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus tertinggi. Keberhasilan terapi TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT) secara teratur. Faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pasien TBC paru adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, dukungan keluarga, dan efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien minum obat TBC paru rawat jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebesar 97 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil menggunakan kuisioner yang telah tervalidasi yang dibuat berdasarkan kuisioner MARS (Medication Adherence Rating Scale). Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi berjumlah 65 reponden memiliki presentase sebesar (67%) dan kepatuhan sedang berjumlah 32 responden dengan presentase (33%). Kesimpulan penelitian ini adalah pasien minum obat TBC paru rawat jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar (67%) dengan jumlah responden sebanyak 65 responden.