Evaluasi Efek Samping Penggunaan Nsaid Pada Pasien Osteoartritis Di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.A. Kartini Jepara
Isi Artikel Utama
Abstrak
Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif yang umum terjadi pada lanjut usia dan menjadi penyebab utama disabilitas. Nyeri sendi yang berlebihan menyebabkan keterbatasan aktivitas. Pada terapi farmakologis digunakan NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs) sebagai pilihan utama dalam pengobatan OA. Ketepatan penggunaan NSAID pada pasien OA sangat penting untuk mencapai hasil terapi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi efek samping penggunaan NSAID pada pasien OA di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.A. Kartini Jepara. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif dengan rancangan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: pasien OA usia 45–75 tahun, menjalani ≥3 kali perawatan periode Januari–Desember 2024. Kriteria eksklusi yaitu data rekam medis yang tidak lengkap atau tidak terbaca. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik pasien, profil penggunaan NSAID, serta efek samping yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan pasien OA didominasi perempuan (72,9%), usia 65–75 tahun (46,9%), dengan IMT >27 (53,1%). Mayoritas memiliki durasi penyakit >12 bulan (38,4%) dan mendapat terapi NSAID >3 minggu (70,8%). Hipertensi menjadi penyakit penyerta terbanyak (50%), sedangkan obat lain yang banyak digunakan adalah golongan saluran cerna (23,98%) dan antihipertensi (23,17%). Jenis NSAID yang paling banyak diresepkan adalah meloxicam (51%). Efek samping tersering adalah gangguan saluran pencernaan berupa dispepsia (56,10%) dan vertigo (17,07%).